Serba-Serbi Gesek Tunai 

Banyak yang Bilang Tarik Tunai Kartu Kredit Itu Penuh Biaya Siluman. Loh Emang Sudah Paham Seluk-Beluknya?

by DuitPintar 29 Jun 2015 pada 9:12 am
Buat kamu yang belum tahu, kamu bisa dapat uang tunai dari kartu kreditmu. “Kok bisa? Katanya cuma alat bayar?” Well, mengenai tarik tunai kartu kredit ini, kamu ga bisa langsung lari ke ATM dan narik uang tunai seperti mau bayar tebusan kekasihmu yang diculik. Ada ‘tapi’-nya.

Tarik tunai kartu kredit melalui ATM adalah hal yang tidak disarankan oleh pakar-pakar keuangan karena tingginya bunga dan biaya yang harus ditanggung. Meskipun begitu, ada waktunya juga loh pakai fitur tarik tunai bisa menguntungkan.

Lagipula, tidak ada salahnya kan paham setiap penggunaan dan fitur dari kartu kreditmu? Yuk sekarang kita pahami seluk-beluknya!

Apa Itu Tarik Tunai Kartu Kredit?

Tarik tunai adalah satu dari banyak fitur kartu kredit yang mengizinkan kamu untuk mengambil uang tunai dari mesin ATM (Anjungan Tunai Mandi). Uang tersebut akan dibebankan ke tagihan kartu kreditmu, setelah ditambah biaya penarikan dan bunga.

Tentunya, kamu tidak bisa menarik uang tunai sembarangan. Ada batasan maksimum uang yang bisa kamu ambil, yang disebut limit cash advance. Limit tersebut dipatok oleh bank untuk mengurangi penarikan berlebih yang bisa membuat utang yang sulit kamu lunasi.

Limit tersebut berbeda-beda tiap bank, umumnya dari 40% hingga 60% dari total limit kartu kredit atau dari sisa limit. Misalnya, limit penggunaan kartu kredit kamu Rp 10 juta. Berarti kamu hanya bisa melakukan tarik tunai sebesar maksimal Rp 4 juta.

Lalu bagaimana jika misalnya kartumu menggunakan sistem sisa limit? Total transaksimu sudah mencapai Rp 7 juta sedangkan limit kartu kreditmu adalah sebesar Rp 10 juta. Berarti jumlah yang bisa kamu tarik adalah 40%-60% dari sisa limitmu yang sejumlah Rp 3 juta.

Untuk pastinya, kamu cek ke bank penerbit kartu kreditmu, ya.

Bagaimana Cara Melakukan Tarik Tunai Kartu Kredit?

Untuk menarik uang tunai dari rekening kartu kreditmu, kamu bisa langsung ke ATM manapun yang bekerja sama dengan logo jaringan kartu kreditmu, seperti VISA dan MasterCard. Harus kamu ingat ada dua biaya yang kamu tanggung, yaitu biaya tarik tunai dan bunga tarik tunai.

Biaya tarik tunai adalah biaya yang langsung dibebankan pada saat penarikan tunai dilakukan. Biaya ini biasanya dipatok 4% dari total penarikan atau Rp 50 ribu, manapun yang lebih besar. Biaya ini bervariasi di tiap bank penerbit kartu kredit.

Biaya tersebut ada untuk membayar ‘jasa’ penggunaan uang di mesin ATM tersebut. Yah, istilahnya biaya perawatan mesin, keamanan dan lain sebagainya.

Sedangkan bunga tarik tunai adalah bunga yang terakumulasi tiap bulan selama tagihanmu masih ada. Seperti sebelumnya, persentase bunga yang kamu tanggung per bulan berbeda antar bank dengan maksimum 2,95% dari total sisa utang tarik tunaimu. Angka bunga tersebut sudah dibatasi oleh BI menjadi maksimum 2,95% per bulan atau 35,40% per tahun.

Contoh, kamu punya kartu kredit BCA dan melakukan tarik tunai Rp. 1 juta. Kamu akan menanggung tagihan Rp 1.050.000 karena 4% dari 1 juta hanya Rp 40 ribu. Kamu dikenakan bunga 2,95% dari total tagihan tersebut bila kamu tidak melunasi tagihanmu

Dari hitungan tersebut, total biaya yang kamu tanggung adalah 7,95% dari total uang yang kamu tarik. Mungkin tidak terasa terlalu berat, tapi gimana kalau kamu perlu uang tunai diatas 5 juta? Pasti bakal langsung terasa membebani.

Tapi kamu bisa terbebas dari bunga tarik tunai dan hanya membayar biaya penarikan. Kamu tidak perlu membayar bunga bila kamu langsung lunasi tagihanmu pada tanggal turunnya tagihan tanpe membiarkan ada sisa tagihan berlanjut ke bulan selanjutnya.

Jadi, dengan situasi di atas tadi, bila kamu biarkan tagihanmu berlanjut ke bulan selanjutnya maka kamu akan dikenakan sejumlah :

Rp 1 juta +
[03:05, 2/4/2017] Gestun Palem: Rp 1 juta + 50 ribu + 2,95% dari 1 juta = Rp 1.079.500.

Bunga 2,95% tadi akan terus beranak-pinak selama tagihanmu belum lunas total. Tapi, bila kamu lunasi tagihanmu tepat waktu, maka total tagihanmu adalah :

Rp 1 juta + 50 ribu = Rp 1.050.000

Dan perhitungan bila seandainya kamu membayar sebesar Rp 200 ribu dan tidak lunas maka hitungannya seperti ini :

Rp 1 juta + 50 ribu – 200 ribu = Rp 850 ribu

Rp 850 ribu + (2,95% x 850 ribu = Rp. 25.075) = Rp 875.075

Jadi, tagihan kamu pada bulan selanjutnya setelah membayar Rp 200 ribu tadi adalah Rp 875.075

Apa Yang Harus Diwasapadai Dari Tarik Tunai Kartu Kredit?

Seperti yang sudah dicantumkan di atas tadi, tidak dianjurkan untuk melakukan tarik tunai kartu kredit karena tingginya biaya dan bunga yang harus ditanggung. Apalagi kalau kamu tidak yakin bisa melunasi tagihan tersebut tepat waktu.

Bukan berarti ga boleh, hanya ga dianjurkan. Siapa yang tahu kamu butuh uang darurat, misalnya ada keluarga yang tiba-tiba jatuh sakit dan harus membayar biaya pengobatan? Atau kendaraanmu yang tiba tiba harus masuk UGD di bengkel? Pertimbangkan dan sebisa mungkin lunasi segera.

Bunga tarik tunai kartu kredit itu sebetulnya bahkan bisa ga kamu bayar. Tapi bukan dalam bentuk kabur ya.Kamu bisa terbebas dari bunga tarik tunai bila kamu membayar lunas tagihan kartu kreditmu saat tagihan turun. Jadi biaya tersebut belum ‘terakumulasi’ ke tagihan bulan selanjutnya. Jadinya, yang kamu bayar hanya biaya tarik tunai.

Mengingat penggunaan kartu kredit itu seperti sangat luas, ada baiknya kamu pahami seluk-beluk dari setiap fitur. Sudah beredar umum kalau mau tarik tunai via kartu kredit ini bisa ‘diakalin’ dengan gesek tunai, meskipun hal tersebut datang dengan resikonya sendiri.

Tidak melunasi seluruh tagihan kartu kredit
Ini boleh dikatakan merupakan penyebab utama mengapa banyak orang yang terjerat dalam hutang kartu kredit. Tidak sedikit orang yang hanya membayar sejumlah “pembayaran minimum”. Ketika anda melakukan ini, maka saldo hutang yang tersisa akan terkena bunga yang sangat tinggi (bisa mencapai2,9%-4% per BULAN!) . Ketika anda melakukan kesalahan ini, maka ibaratnya anda sudah mengambil langkah pertama untuk masuk ke dalam jeratan hutang kartu kredit.

1.Lunasi seluruh tagihan kartu kredit anda!!!*(Penggunaan Jasa Pelunasan Kartu Kredit/jasa Gestun bisa meringankan BUNGA dari bank dan biaya biaya yang timbul dari Pembayaran Minimum)

2 : Menganggap kartu kredit sebagai kartu debit (ATM)

Ini merupakan salah satu kesalahan yang paling fatal dalam menggunakan kartu kredit. Kartu Kredit bukanlah Kartu Debit (ATM). Hindari menarik uang cash dengan menggunakan kartu kredit karena ini akan dikenakan bunga dan biaya tarik tunai yang sangat tinggi (bahkan lebih tinggi daripada angka yang saya tuliskan di kesalahan no 1).

*(Penggunaan Jasa Gesek Tunai Kartu Kredit cuman kena fee 3% dan dihitung oleh bank sebagai bunga belanja)

3 : Menggunakan kartu kredit untuk membayar hutang

Kesalahan lainnya yang tergolong ’serupa’ adalah menggunakan kartu kredit untuk menutup ataupun membayar cicilan hutang tipe “Secured Debt”/hutang yang menggunakan jaminan. Hutang yang menggunakan jaminan (spt KPR, KMK, dll), bunganya secara umum lebih ringan. Oleh sebab itu jika anda menggunakan kartu kredit untuk membayar hutang tipe ini, berarti anda malah ‘menukar’ hutang yang bunganya lebih ringan dengan hutang yang bunganya lebih berat.

Salah satu ‘malapetaka’ terbesar dalam menggunakan kartu kredit terjadi ketika kesalahan no.2 dan kesalahan no.3 ‘dikombinasikan’. Contoh paling umum ‘malapetaka’ seperti ini adalah ketika pemegang kartu kredit mengambil uang tunai dengan kartu kredit yang satu untuk membayar tagihan kartu

4 : Tidak disiplin mengontrol penggunaan Kartu Kredit dan tagihannya

Kesalahan ini biasanya berawal dari kalimat ‘Gesek aja dulu..’ dan lalu diikuti di akhir bulan dengan kalimat ‘Astaga!?! Kok gede amat tagihannya’.

Tentukan batas maksimum yang boleh anda ‘gesek’ setiap bulannya. Lalu kontrol dan catat setiap pemakaian kartu kredit anda setiap hari. Ketika jumlah pemakaian tersebut sudah mendekati batas maksimum yang anda tentukan, ’segel’ kartu kredit anda, atau jika perlu (bagi yang lemah terhadap godaan belanja), tinggalkan kartu kredit di rumah.

Masih terkait dengan kesalahan no 4 ini, adalah tidak disiplin dalam pembayaran kartu kreditnya. Jangan menunggu hingga hari batas terakhir untuk melunasi kartu kredit anda, karena jika di hari tersebut anda sibuk/lupa/ada urusan mendadak, maka bisa-bisa tagihan tersebut jadi tidak terbayar.

5 : Menganggap Kartu Kredit sebagai ‘Uang Tambahan’

Meskipun kedengarannya sulit dipercaya, tetapi tidak sedikit orang yang menganggap Kartu Kredit sebagai Uang Tambahan. Ketika permohonan kartu kreditnya disetujui, mereka pun kegirangan seperti mendapatkan ‘durian runtuh’. Seringkali ini lalu berujung dengan ‘pesta belanja’ menggunakan kartu kredit baru tersebut.

Memiliki kartu kredit bukanlah berarti bahwa anda mempunyai lebih banyak uang untuk dibelanjakan.

Kartu kredit bukanlah ‘berkah’, ‘rezeki’ ataupun ‘durian runtuh’. Jika anda tidak bijak dalam menggunakannya, yang ada justru hanyalah ‘malapetaka’. Ingatlah bahwa Kartu kredit hanyalah merupakan alat bantu pembayaran dan bukan pendapatan tambahan. Anda bisa berhutang kepada bank dengan menggunakan kartu kredit, tetapi cepat atau lambat hutang kartu kredit tersebut tentu harus anda bayar.
: PELUNASAN KARTU KREDIT ATAU DANA TALANGAN
Setelah membahas Gestun , berikut saya bahas tentang dana talangan atau pelunasan kartu kredit

Pelunasan kartu kredit ialah sebuah solusi untuk meringankan beban bunga sebesar 20 % s/d 50 % dari beban bunga kartu kredit yang akan terjadi bilamana anda tidak sanggup untuk membayar tagihan sekaligus pada saat jatuh tempo untuk menghindari bunga kartu kredit akibat tidak dibayar secara FULL PAYMENT.

Kami hanya megenakan bunga 3 % dari tagihan yang digesek . tidak ada biaya tambahan lain

Ada Contoh Ilustrasi :
1. Budi memiliki utang kartu kredit sebesar Rp 10,000,000 dan limitnya Rp 11,000,000 akan jatuh tempo 4 hari ke depan .
Budi hanya memiliki uang sebesar Rp 300,000

Budi datang ke tempat kami membawa Billing Asli + Kartu Kredit + KTP asli

Budi Membayar 3 % dari total tagihan = Rp 300,000

Kami melakukan pembayaran lunas utang kartu kredit Budi Rp 10,000,000

Kami menggesek kembali kartu kredit Budi sebesar Rp 10,000,000
( Tidak dikenakan Charge Lagi )

Budi tetap memiliki utang kartu kredit Rp 10,000,000 namun akan jatuh tempo
di bulan berikutnya dan sudah TERBEBAS dari bunga kartu kreditnya bulan ini .

2. Budi memiliki utang kartu kredit sebesar Rp 10,000,000 dan limitnya Rp 11,000,000
akan jatuh tempo 4 hari ke depan.

Budi tidak memiliki uang , namun kartu kreditnya masih bisa digesek .

Budi datang ke tempat kami membawa Billing Asli + Kartu Kredit + KTP asli

Budi menggesek kartu kreditnya Rp 310,000

Budi Membayar 3 % dari total tagihan = Rp 300,000

Kami melakukan pembayaran lunas utang kartu kredit Budi Rp 10,000,000

Kami menggesek kembali kartu kredit Budi sebesar Rp 10,000,000
( Tidak dikenakan Charge Lagi )

Budi tetap memiliki utang kartu kredit Rp 10,000,000 + Rp 310,000,000 namun
akan jatuh tempo di bulan berikutnya dan sudah TERBEBAS dari bunga kartu
kreditnya bulan ini .

3. Budi memiliki utang kartu kredit Rp 10,000,000 dan memiliki uang Rp 2,240,000

Budi datang ke tempat kami membawa Billing Asli + Kartu Kredit + KTP asli

Budi membayar Rp 2,240,000
Catatan : Rp 2,000,000 sebagai pengurangan pokok utang
Rp 240,000 sebagai bunga penggesekan kembali dari Rp 8,000,000

Kami melakukan pembayaran lunas utang kartu kredit Budi Rp 10,000,000

Kami menggesek kembali kartu kredit Budi sebesar Rp 8,000,000
( Tidak dikenakan Charge Lagi )

Budi memiliki utang kartu kredit Rp 8,000,000 namun akan jatuh tempo
di bulan berikutnya dan sudah TERBEBAS dari bunga kartu kreditnya bulan ini .

HAL PENTING UNTUK DAPAT MENGIKUTI PROGRAM DIATAS :
1. Kartu Kredit Tidak Terdapat Tunggakan
2. Bukan Kartu Tambahan
3. Datang Ke tempat Kami 7 Hari Sebelum JATUH TEMPO , Semakin Jauh Semakin Bagus
4. Tidak Terdapat Cicilan Kartu Kredit , Karena Cicilan Kartu Kredit dapat Menahan Limit Kartu

Kelebihan sistem pelunasan diatas :
1. Track Record Kartu sangat bagus , karena pembayaran Full Payment
2. Terdapat Poin kartu kredit dari jumlah yang digesek
3. Anda tidak perlu meyiapkan dana 10 % dari FULL Payment ,
karena dengan punya uang 3 % semuanya jadi beres.
4. Bunga kami jauh lebih ringan daripada bunga Bank.
5. Ada kemungkinan Naik Limit lebih cepat

Namun Harap diingat cara diatas intinya hanyalah MEMUNDURKAN waktu jatuh tempo , saya senantiasa mengharapkan teman teman sekalian supaya jangan terlibat dengan beban hutang kartu kredit yang menumpuk , kartu kredit bisa menjadi baik apabila digunakan untuk modal kerja yang instant , kartu kredit menjadi jahat apabila digunakan untuk kepentingan konsumerisme. .
: Jenis perhitungan gestun yang perlu Anda ketahui

Bisnis gestun adalah bisnis yang seharusnya tidak perlu dilarang. Bisnis ini menggunakan azas saling menguntungkan antara 3 pihak, bank, merchant, dan pengguna jasa ini. Bank akan tetap mendapatkan keuntungan jika nasabahnya menggunakan jasa gestun. Merchant juga mendapatkan keuntungan dari fee jasa gesek tunai. Nasabah juga terhindar dari biaya yang mahal jika harus melakukan tarik tunai. Nah, karena saling menguntungkan, tidak heran jika bisnis ini dianggap tidak akan ada matinya. Nah, agar Anda lebih mengenal tentang bisnis gesek tunai, kami akan memberikan info tentang jenis perhitungan gestun.
Apakah Anda tahu jenis perhitungan gestun yang ada?

Jenis perhitungan gestun dibagi menjadi 2, yaitu gesek kotor dan gesek bersih. Gesek kotor adalah pengguna jasa gestun menerima nominal uang yang diminta setelah dipotong fee. Misal Anda ingin gestun sejumlah Rp. 10 juta, sedangkan fee gestun adalah 2,5%. Maka uang yang diterima adalah Rp. 10 juta – (2,5% x Rp. 10 juta = Rp. 250 ribu) = Rp. 9.750.000,-.
Jenis gesek tunai yang kedua adalah gesek bersih. Maksudnya gesek bersih adalah pengguna jasa menerima uang yang diinginkannya. Bagaimana dengan feenya? Pihak gestun akan menggesek nominal permintaan pengguna jasa + fee. Namun hati-hati, banyak konsumen yang salah perhitungan saat melakukan gesek kotor. Berikut akan kami berikan ilustrasi agar lebih mudah dipahami.

Ilustrasi perhitungan yang salah:

Nasabah menginginkan uang Rp. 10 juta bersih. Fee adalah 2,5%. Nasabah mengira bahwa yang digesek adalah Rp. 10 juta + (2,5% x Rp. 10 juta = Rp. 250 ribu) = Rp. 10.250.000,-. Ini adalah perhitungan yang keliru karena Rp. 10.250.000,- dikurangi 2,5% adalah Rp. 9.993.750,-

Lalu bagaimana perhitungan yang benar? Berikut adalah ilustrasinya:

Nasabah menginginkan uang Rp. 10 juta bersih. Fee adalah 2,5%. Rumus perhitungan yang benar adalah sama seperti rumus PPH, nominal : 0,975. Jadi perhitungannya Rp. 10 juta : 0,975 = Rp. 10.256.410.

Nah, itu tadi jenis perhitungan gestun. Pilihlan perhitungan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Semoga informasi dari GESTUNBOSS ini bermanfaat bagi Anda!

Tinggalkan Balasan